• Kontak Kami
  • Hotline : (0251) 759-2364
  • SMS : 089687871711
  • BBM : D9FB7F57

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka Setiap Hari 08.00 s/d jam 17.00, Hari Besar Islam Tutup
= BARU! Kini Hadir OSB KIDS Untuk Usia 6 Bulan sampai 6 Tahun. Diformulasikan dalam bentuk sirup dengan rasa jeruk yang disukai anak = = Solusi Kecerdasan Otak Keluarga Indonesia = = Terdaftar Resmi di BPOM Pom TR.043.338.631 dan Mendapat Sertifikasi Halal MUI =
Beranda » Artikel Terbaru » Mereka Bisa! Hargai dan Kembangkan Keistimewaannya

Mereka Bisa! Hargai dan Kembangkan Keistimewaannya

Diposting pada 3 May 2017 oleh adminfs

Setiap orang tua ingin memiliki anak yang cerdas, sehat, dan sempurna tanpa cela. Namun, ada kalanya kenyataan tak seindah harapan. Ada orang tua yang ditakdirkan memiliki anak berkebutuhan khusus seperti menderita autisme, cerebral palsy, down syndrome, tuna grahita, dan lain-lain. Sayangnya, sebagian orang tua tak bisa menerima kenyataan bahwa anaknya berbeda. Para orang tua itu memilih untuk “menyembunyikan” anaknya di rumah.

“Saya kaget waktu ke rumahnya, ternyata mereka punya anak autis yang dibiarkan begitu saja. Anak itu tidak pernah sekolah, tidak pernah ke mana-mana. Hanya di rumah,” kisah teman saya.

Kondisi lebih memprihatinkan dialami Ponix (17). Penderita keterbelakangan mental itu ditemukan Eko Setyo Asih (48) dalam kondisi terlantar dan setengah telanjang di pinggir jalan. Bocah itu tidak mendapat perhatian orang tua, kerap disoraki orang dewasa, dan tidak bersekolah. Ponix sebenarnya sempat sekolah, namun karena ketidakmampuannya mengikuti pelajaran di sekolah umum, ia akhirnya putus sekolah.

Setelah disekolahkan Eko di SLB Anugerah, Colomadu, Karanganyar, Ponix kini bisa membaca dan pintar matematika. Kemampuannya yang melebihi rekan-rekannya membuat Ponix dipercaya Eko mengajari rekan-rekannya yang kesulitan belajar matematika.

“Anak berkebutuhan khusus pun bisa jika diajari. Hanya banyak orang tua yang malu atau tidak mampu mengajari anak mereka yang berkebutuhan khusus,” kata Eko.

Di sekolahnya, Eko mendidik 34 anak berkebutuhan khusus. Awalnya, sebagian besar anak tidak disekolahkan orang tua mereka karena berbagai alasan, seperti malu, kurang biaya, atau pasrah dengan kondisi anaknya.

Para orang tua baru terketuk hatinya untuk menyekolahkan anaknya setelah Eko dengan rajin mengajak mereka untuk mengantar anaknya ke sekolah. “Saya bilang, anak itu anugerah Tuhan. Kalau tidak disekolahkan, tidak bisa mandiri, nanti sudah besar mau jadi apa,” ujar Eko.

Menurut Eko, anak-anak berkebutuhan khusus sebenarnya bisa dilatih dengan kemampuan yang bisa menyamai anak “normal”. Di sekolah yang ia kelola, Eko tidak hanya mengajarkan kemandirian atau pelajaran yang “mudah”, tetapi juga mengajari mereka berbagai pelajaran yang didapat di bangku sekolah umum.

Siswa berkebutuhan khusus di SLB Anugerah (Khairina)

Rabu siang lalu misalnya, Eko mengajari anak-anak perkalian hingga puluhan. Anak-anak berkebutuhan khusus itu nyatanya mampu mengerjakan semua soal dengan tepat. Eko juga mengajari mereka komputer, bahkan sebagian anak mahir mengoperasikan komputer, bermain games, dan mencetak hasil pekerjaan mereka dengan printer. Anak yang lain pintar menggambar dan bisa menulis indah.

“Mereka bisa, bahkan beberapa akan saya lepas masuk ke sekolah umum. Jika dewasa kelak, mereka juga bisa mengerjakan berbagai profesi sesuai kemampuan mereka,” kata Eko.

Untuk anak-anak yang memang kesulitan sekali menangkap pelajaran, Eko mengajari mereka kemampuan-kemampuan untuk mandiri, seperti buang air besar dan kecil di toilet, mencuci piring, memasak mi instan, dan menyeterika baju. Prinsipnya, anak berkebutuhan khusus harus bisa hidup mandiri sehingga tidak merepotkan orang lain saat dewasa nanti.

Anik, salah satu guru di SLB itu mengeluh bahwa banyak orang tua yang menyimpan harapan terlalu tinggi pada anak berkebutuhan khusus. Mereka ingin anak-anak mereka dengan cepat memiliki kemampuan seperti anak-anak lain sebayanya. Padahal, kata Anik, kemajuan sekecil apa pun pada anak berkebutuhan khusus harus diapresiasi dan disyukuri.

Menurut Eko, anak-anak berkebutuhan khusus justru adalah anak-anak yang istimewa. Mereka dititipkan pada orang tua-orang tua terpilih dengan berbagai misi, salah satunya untuk melatih kesabaran dan keikhlasan mereka.

“Anak-anak ini tahu kalau kita mendekati mereka dengan perasaan tidak ikhlas,” kata Eko, yang sudah dianggap seperti ibu oleh anak-anak didiknya.

Setiap anak harus dihargai keistimewaannya, termasuk anak-anak yang berkebutuhan khusus”

-Khairina Nasution

Bagikan informasi tentang Mereka Bisa! Hargai dan Kembangkan Keistimewaannya kepada teman atau kerabat Anda.

Mereka Bisa! Hargai dan Kembangkan Keistimewaannya | OSB Indonesia

Belum ada komentar untuk Mereka Bisa! Hargai dan Kembangkan Keistimewaannya

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Popular!
Rp 450.000
Ready Stock / P054V01
Limited Edition
OFF 20%
Rp 299.000 Rp 375.000
Ready Stock / osd
Best Seller
Rp 299.000
Ready Stock / osb1

OSB INDONESIA OFFICE

Bogor Modern Residence no.A2
Jl.Raya Cilebut Gg.Jembatan 1 Rt01 Rw04
Kel.Sukaresmi Kec.Tanah Sereal Bogor 16165
(Samping kampus BSI Cilebut)

Hubungi Kami:
Hotline : (0251) 759-2364
SMS / WA : 089687871711
BBM: D9FB7F57
E-mail : osbindonesia@gmail.com
Website: www.osbindonesia.com

Line Official OSB Indonesia



Omar Smart Brain adalah vitamin otak pertama di Asia yang mampu meningkatkan daya ingat dan kecerdasan otak. OSB Solusi Kecerdasan Otak Keluarga Indonesia.

SIDEBAR